‘super’ Ubuntu on Aspire 2920z April 18, 2009
Posted by bud! in IT.trackback
Linux? sekitar tahun 2002 saya pernah mencicipi Redhat 7 dan Mandrake sebagai alternatif OS di PC. Bahkan sempat salahsatu CD Redhat 7nya pecah berkeping-keping dalam drive CD-RW S*ms**g.
Mencoba Linux ini gak sempat berlanjut karena masalah kompatibilitas .. dimana file-file pekerjaan kantor dan file-file dari teman-2 masih memakai program-program under Windows.
Oo-boon-too!!
Tahun 2007, saya dapat kiriman Ubuntu 7.04 dengan codename Feisty dari Belanda (setelah saya minta tentunya melalui ship it) dan segera mencoba menginstalnya pada laptop saya (saat itu Toshiba M600). Sejauh itu berhasil bagus hanya ternyata tidak seperti waktu saya mencoba Mandrake dulu dimana hampir semua aplikasi sudah ikut terinstal. Belakangan memang diketahui bahwa untuk menjaga masalah licence maka Ubuntu masih butuh beberapa instal lagi dan penyesuaian agar berjalan seperti Windows pada umumnya. Untuk itu kita perlu CD tambahan yang biasa disebut Repository. Berhubung waktu dan kesibukan (kuliah yang gak selesai-2
) serta dijualnya si M600 maka brentilah ngoprek-ngoprek si Feisty.
April 2009, dari my brother dapat lagi Ubuntu 8.10 (Intrepid Ibex) hasil download-an dia dan merupakan release sesudah si Hardy Heron. Semangat muncul kembali dan segera nyisihkan 30GB dari total 160GB HDD yang ada karena rencana mau dibikin dual OS dengan XP SP3 .. jadi kerja dan hobi sama-2 bisa jalan tho 
Oke, step pertama tentunya ngerubah BIOS dengan menekan F2 untuk entering setup lalu merubah urutan booting agar first bootnya melalui drive DVD. Setelah itu tentu tekan F10 untuk saving perubahan ke BIOS then restart.
press any key for booting from CD …..
akhirnya kita dibawa ke layar Ubuntu .. ada beberapa pilihan, salahsatunya adalah jika kita ingin mencicipi Ubuntu tanpa menginstalnya ke HDD. Tapi karena pilihan saya adalah untuk memasang Ubuntu ke Laptop ini maka saya pilih instal
. Ubuntu cukup hebat untuk langsung mengenali HDD yang terpasang adalah SATA yang oleh Ubuntu dikenali dengan “sda”. Hingga akhirnya sampai pada pilihan untuk mempartisi HDD, disini saya pilih manual …
…karena masih newbie maka HDD yang 30GB saya partisi menjadi :
– 200MB (terbaca 197MB) /boot
– 4GB (terbaca 3997MB) swap (katanya kudu 2x RAM)
– 4.5GB (terbaca 4499MB) /(root)
– 1GB (terbaca 1003MB) /tmp
– 2GB (terbaca 1998MB) /var
– 10GB (terbaca 10,001MB) /home
– 5GB (terbaca 5000MB) /usr
– 2755MB (dari jumlah yang tersisa) /mnt
– 2GB (terbaca 1998MB) /opt
setelah itu serahkan pada program installer untuk menyelesaikannya … then taa-daa!! after restart i have grub
. “grub” ato dulu dikenal juga dengan “lilo” mengijinkan kita memilih dalam waktu sekian detik tentang OS apa yang mo kita jalankan.
Akhirnya, si super Ubuntu ini bisa berjalan dengan Gnome-nya dan mengenali semua devices yang ada pada Aspire 2920z-ku.
…nextnya kita lanjut setelah saya berhasil mengoprek-oprek Ubuntu ini 
*salam open source!!!*
Komentar»
No comments yet — be the first.