AIS System (ATALIS2 v 2.36x) di BOF Makassar Mei 27, 2009
Posted by bud! in IT, Kerjaan.add a comment
Walaupun dirasa terlambat sekali tapi rasanya tetap pingin juga nulis tentang sistem yang dipakai oleh AIS (Aeronautical Information Services) officer di MATSC (Makassar Air Traffic Services Centre, dulu bernama MAATS), sistem AIS ini diinstal/dipasang pada akhir tahun 2004 dan mulai dipakai penuh sejak Mei 2005. Atalis2 merupakan produk dari Sofreavia (sekarang bernama Egisavia) yakni sebuah perusahaan dari Perancis. Atalis2 dibeli pemerintah Indonesia untuk dipakai di AIS Headquarter yang diposisikan juga sebagai NOF (NOTAM Office – Indonesia) serta di tujuh bandar udara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura 1 (Persero) yakni di Ambon, Balikpapan, Banjarmasin, Biak, Bali, Makassar dan Manado.
Atalis2 yang dipasang pada BOF Makassar merupakan wujud dari AIS automation dan diharapkan dapat meningkatkan performa dari pelayanan Dinas BO dan Rangtika. Secara garis besar dapat dilihat pada gambar 1, yang merupakan model dari jaringan Atalis2 di Makassar. Atalis2 berjalan di sistem operasi Microsoft Windows 2000 pada server dan Windows XP pada workstation (client) nya.
Gambar 1 : model Atalis2 system
Pada kedua server akan selalu re-syncronized (redundant system) database sehingga server 2 selalu sama dengan server 1.
|
|

Gambar 2 : kedua server selalu syncronized
Setiap bagian pada system memiliki nama yang menjadikan ID bagi unit-unit tersebut.
Server : SRV1WAAA
SRV2WAAA
Hub : HUB1WAAA
HUB2WAAA
Terminal Server : STE1WAAA
STE2WAAA
Modem : MOD1WAAA
MOD2WAAA
Client/Workstation : BOF1WAAA
BOF2WAAA
BOF3WAAA
Pada setiap lokasi akan mendapat 1 spare untuk masing-masing peralatan. Spare untuk Terminal Server dan HUB sudah ada di Server Cabinet. Sehingga yang ada di gudang tinggal 1 spare workstation (CPU+Monitor) dan 1 server (CPU).

Gambar 3: Hubungan Server dengan workstations melalui Hub
Setiap server memiliki 2 harddisk (HDD) dan memiliki 2 network card (ethernet card) dimana 1 untuk hubungan dengan workstations dan 1 lagi untuk hubungan sesama server. Switching antar server hanya terjadi jika terjadi masalah pada salahsatu server dan worstation cukup pintar untuk memilih server mana yang aktif dan mana yang standby tanpa campur tangan manusia. Untuk diketahui Atalis2 ini menggunakan Oracle ver 8.1.7.

Gambar 4 : Status yang harus dicapai oleh kedua server
Tiap server punya rekaman di tape yang harus kita ganti setiap hari. Kalo server 2 rusak maka tape dari server 2 harus dicopy dulu ke spare karena spare merupakan cloning dari server 1. Sebaliknya jika server 1 rusak maka tinggal ganti dari spare, demikian halnya dengan workstation dimana spare workstation merupakan cloning dari BOF1WAAA.

Gambar 5 : Alur data pada Atalis2 system
Seperti telah diutarakan diatas, status server yang ingin kita capai adalah Master dan Slave. Ada beberapa status selain / sebelum tercapainya status diatas.
|
|
Master |
Slave |
View mirror DB |
Other server App started |
|
Master Long Slave Failure |
Yes |
No |
No |
- |
|
Master Short Slave Failure |
Yes |
No |
Yes |
No |
|
Master |
Yes |
No |
Yes |
Yes |
|
Slave |
No |
Yes |
- |
Yes |
|
Slave Failure |
No |
Yes |
- (the master cannot see slave DB) |
Yes |
|
Stopped |
No |
No |
- |
- |

Gambar 6 : Status Server
Summaries :
Master Long Slave Failure / Stopped
Master Long Slave Failure / Slave Failure
Master Short Slave Failure / Stopped
Master / Slave (Status yang diinginkan)
Stopped / Stopped
Format baku untuk pengiriman raw data notam pada Atalis 2 Februari 20, 2009
Posted by bud! in Kerjaan.add a comment
Briefing Office (BOF) Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak pertengahan tahun 2004 telah menggunakan Atalis 2 sistem sebagai sarana untuk menjalankan tugas-tugas baik sebagai ATS Reporting Office (ARO) maupun Aerodrome AIS Office (ASO). Dimana pada Atalis 2 sistem, kedua tanggungjawab yang dijalani oleh BOF Makassar dirangkum jadi satu dengan terdapatnya fungsi-fungsi untuk memproses Flight Planning dan ATS messages sekaligus fungsi ke-AIS-an untuk memproses pengiriman notam, pembuatan PIB serta adanya fungsi penyimpanan database untuk menyimpan data-data aeronautika, seperti data aerodrome, nav-aids,dll.
Berkaitan dengan tanggung jawab sebagai Aerodrome AIS Office, khususnya mengenai pengiriman raw data notam ke Notam Office (NOF) Jakarta. Atalis 2 sistem memiliki menu tersendiri (AIBOF –> RQNTM transmit), dimana operator yang bertugas di Notam Unit pada BOF Makassar akan mengisi field-field yang tersedia pada form yang muncul dilayar Atalis 2. Atalis 2 membuat format raw data dimulai dengan nomor urut (4 digit-based on calendar year) diikuti kata RQNTM (request notam) N, R atau C dan diikuti nomor notam sebelumnya (untuk RQNTMR dan RQNTMC).
Contoh :
0012/09 RQNTMN
0013/09 RQNTMR A0151/09
0014/09 RQNTMC A0152/09
Kendalanya, sejak sekitar pertengahan tahun 2006 terjadi ketidak beresan pada form pengiriman raw data notam yang disediakan oleh Atalis 2. Kendala ini yaitu tidak bisanya field item A (sesuai notam format) yang berisi lokasi terjadinya subyek notam tidak dapat diisi dengan WAAA,dimana jika kita masukkan akan berwarna merah (error/rejected) sehingga operator tidak bisa mengirim melalui format yang ada. Solusi yang diambil pada saat itu adalah mengirimkan raw data melalui menu pengiriman text. Permasalahan yang timbul kemudian, pada masing-masing operator BOF Makassar terjadi ketidak seragaman dalam format pengiriman raw data notam ke NOF, dimana setelah nomor urut raw data maka tidak diikuti RQNTM tetapi memakai kata-kata NOTAMN, NOTAMR atau NOTAMC, dengan merubah huruf O menjadi angka 0/Nol karena Atalis 2 sistem tidak mengijinkan pengiriman notam melalui menu pengiriman text (Communications –> Send Message)
Kesimpulan, perlu kiranya disepakati dan diputuskan tentang pembakuan format pengiriman raw data notam ke NOF sehingga setiap operator yang bertugas terjadi keseragaman prosedur dan format pengiriman.
Mahluk itu bernama “BLU” Januari 5, 2009
Posted by bud! in Kerjaan.add a comment
Kantor lagi rame niy ngomongin mahluk yang bernama BLU (Badan Layanan Umum). Awalnya siy mo cuek aja .. e ge pe! Tapi kayaknya mo gak mau kudu ngikutin .. katanya organisasi tetangga ,” gimana niy koq Aisindo diem-2 aja” … lanjut lagi malah muncul eS Ka yang tau-tau nama udah nongol disitu .. Hayyaahhh mo ngapain juga niy .. jadi kayaknya mau gak mau kudu mentelengin yang namanya BLU ini 
Menurut definisinya BLU ini adalah Instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. (Ps 1 UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara)
BLU ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pembaharuan manajemen keuangan sektor publik, demi meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Bisa juga dibilang ini mewiraswastakan pemerintah kali ya 
Mengapa kita memerlukan BLU?
- Dapat dilakukan peningkatan pelayanan instansi pemerintah kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa;
- Instansi pemerintah dapat memperoleh fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas dengan menerapkan praktik bisnis yang sehat;
- Dapat dilakukan pengamanan atas aset negara yang dikelola instansi terkait
… klo bicara dari sisi Pemerintah/PNS, keliatannya sangat cocok sekali karena kayaknya sudah jadi rahasia umum tentang gimana birokrasi di Pemerintahan. Kenapa cocok? Karena pada BLU terkandung niat untuk mendorong peningkatan pelayanan publik dimana model penganggarannya berorientasi pada output/berbasis kinerja. Pelayanan publik yang kurang optimal di sektor pemerintahan biasanya akan berujung pada tingkat kesejahteraan yang masih rendah tentunya akan berkurang atau berubah dengan BLU ini.
… tapi bagaimana klo bicara dari sisi BUMN? yang notabene sudah bisnis oriented dimana kepuasan customer yang menjadi salahsatu parameter keberhasilan. Apakah dengan mem-BLU-kan BUMN akan berujung dengan penurunan kesejahteraan yang akan berkorelasi dengan tingkat pelayanan? Rasanya koq masih terlalu dini untuk memberikan suatu pendapat … kudu banyak bahan lagi yang dilihat.
… akan kearah mana semua ini? we’ll see … 


(sumber : Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan)